Minggu, 19 Mei 2013

Ane mau share nih cerpen yang tmen ane buat berdasarkan kisah nya ..,


 

ICH EIGENWILLIG DENN ICH WARTE



Hasil cetakan photonya ditunggu ya Mbak  satu jam.” Ucap seorang kasir sambil menyodorkan struk tanda bukti pembayaran.
“iya Mbak..Terimakasih.” ucapku sambil mengangguk dan tersenyum kecut.
“lama amat satu jam, amat aja ngga lama-lama.” Gerutuku dalam hati. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat sosok yang pernah aku kenal sebelumnya “Nura..” ucapku pelan, dia teman semasa SMP, tidak lama kemudian muncul seorang pemuda berjalan bersamaan dengan Nura.
“Nura…Nura…” teriakku berulang-ulang sampai akhirnya  ia berbalik melihatku.
“haii…Nayha,?” teriak Nura keras memanggil namaku sambil berlari menghampiriku dan meninggalkan seorang pemuda yang bersamanya. Dengan spontan aku langsung menyerbunya dengan pelukan untuk melepas semua kerinduan.
“bagaimana kabarmu Nay,?” tanya Nura duluan.
“Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri gimana,?”
“syukurlah aku juga baik, akhirnya kita bisa bertemu lagi.”
“iya, aku juga ngga sangka bisa ketemu lagi, duuuh Nur kamu makin terlihat dewasa dehh.” Ucapku sedikit memuji melihat penampilannya yang terlihat dewasa, berbeda dengan aku yang mungkin masih terlihat kekanak-kanakan, yang alam bahasa jermannya “kindisch”, polos tanpa polasan apapun.
“haha msa,?”senyum nya mengembang “eeeh kamu sedang apa disini sendirian Nay,?”
 “aku lagi nunggu hasil cetakan photo, kamu sendiri lagi ngapain,? Cie..cie…ma pacarnya niyee,?”
“ouh, aku lagi cari batik, haha pacar,? Bukan kalii….dia teman aku. Yaudah Nay aku duluan ya,?”
“ouh, iya-iya silahkan.”
“yaps see you next time.” Ucap Nura sambil melambaikan tangan
“okeh, see you next time friend.” Jawabku sambil melambaikan tangan pula. Aku terus memandangi pemuda itu dari kejauhan, badannya sedang, tak gemuk dan tak kurus, tetapi tegap. “ayooooolah…berbalik-berbalik.” Gerutuku dalam hati sampai  kemudian ia berbalik meskipun tak menatapku. Wajahnya terlihat jernih dan tenang, terbayang ia seorang yang lurus, simple dan juga apa adanya. “aneh…rasanya aku tak asing dengannya.” Gerutuku lagi dalam hati.
Belum satu jam berlalu tapi aku sudah merasa jenuh, “huphhh…” aku menghela nafas.
“Mbak Naya.” Ucap seorang kasir memanggilku setelah satu jam berlaluj “ini Mbak hasilnya.” Ucapnya lagi membuat nafasku sedikit lega.
“oh ia, Terimakasih Mbak.” Ucapku sambil berlalu.
Sesampai dirumah aku langsung tersandar lemas diatas kasur mungilku sambil menatap dalam photo aku dengan sang kekasih yang baru saja aku cetak. Rasanya baru kemarin aku mengecap kebahagiaan bersamanya, meskipn sebenarna lebih banyak dukanya daripada kebahagianya. Dan sekarang dia mulai berubah lagi, dia sudah jarang sekali memberi aku kabar, apalagi perhatian L.
“Karan, kau dimana,? Bukankah kau kekasihku, tapi kenapa kau tak pernah ada buat aku, tak pernah bisa mengerti aku, apa aku harus menunggu,? Sedangkan kau tak pernah mau menjemputku. Apakah aku arus menyayangimu,? Sedangkan kau semakin menghilang dari hidupku.” Saat ini pengobat rasa kesepianku tiada lain hanya Facebook, disana aku bisa membaca berbagai kata-kata motivasi hidup yang bisa menguatkan hatiku. Secepatnya aku Log in, kulihat berates-ratus permintaan pertemanan yang belum aku konfirmasi, “Arik Jazimaulana,?” hatiku tersentak membaca nama profilnya, dengan cepat aku membuka profilnya, saat aku buka photo-photo profilnya, aku melongo dan ternyata “dia,? Ucapku dalam hati bergetir perih tercampur bahagia, tanpa fikir panjang aku mengkonfirmasi dan mengirim pesan padanya.
“Maaf kalo ngga salah ini Arik jazimaulana alumni SMP Candikia’kan,?” aku terus menunggu, berharap ia cepat-cepat membalas pesanku, tidak lama kemudian harapan ku terkabul, Facebooknya On.
“ia aku Arik jazimaulana alumni SMP Candikia, kenal gitu,?” balasnya membuat aku tersenyum bahagia.
“haha ia kenal dong, temannya Fazri, Jurdi, Fizi ma Susanti-kan,?”
“ia J haha, kirain ngga tahu, kamu Nayha kelas B-kan,?”
“haha tahu dong, tapi dilihat-lihat pada beda ya,? Ia aku Nayha kelas B, ko kamu tahu,?” tanyaku heran, karena semasa smp kita ngga saling kenal, aku juga sebenarnya diam-diam mengenalnya setelah pertama kali aku jumpa dia waktu bersama Susanti, teman semasa aku SD.
“haha beda apanya,? Taulah kelas kita dulukan ngga jauh J
“ia beda aja, sekarang udah pada terlihat dewasa, ouh gitu. Arik Sekolah dimana,?”
“haha emang dulu ngga terlihat dewasa gitu,? aku di SMA Achta, sekelas sama Nura.”
Aku tercengang setelah Arik bilang dia satu kelas dengan Nura, padahal baru saja tadi pagi aku bertemu Nura, aku terus berfikir mencoba mengingat seorang pemuda yang bersama Nura, tapi tetap saja aku tidak bisa mengingat wajahnya “apa mungkin pemuda itu Arik,?” tanyaku dalam hati.
“ia kalau dulu emang ngga terlihat dewasa tuu, malah dulu kelihatannya lucu culun-culun..ha..ha.. ouh sekelas sam Nura,? Baru ja tadi pagi aku jumpa ma dia, pa mungkin pemuda yang tadi bersama Nura itu kamu,?” tanyaku penasaran.
“haha lucu sekarang dong,, liat sudah pada berkumis J. Bukan aku, itu kembaran aku kalii J
“kumis ko lucu, jelek tahu ntar mirip bapak-bapak, emang kamu punya kembaran,?”
“haha lucu kalii, dengan adanya kumis orang jadi terlihat lebih dewasa..ha..ha. nggalah, yang tadi sama Nura mang benar itu aku, masa ngga kenal,?”
“ia dahhh pendapat orang-kan beda-beda, hah,..? jadi benar kamu,? Serius aku ngga kenal, malah aku lupa lagi ma orang yang tadi sama Nura.”
“ia juga siii… eumppp ko bisa,?”
“ia ngga tahu orang aku juga lihatnya dari kejauhan J.”
“ouhh, eeh ia kamu mau lanjutin ke Univ mana,?”
“i.alloh aku mau coba ke UNSUD, kalau kamu,?”
“ouh, i.alloh kalau aku mau coba ke IPB, ehh ia Nayha kalo ngga keberatan aku boleh minta No kamu ngga,?”
“ouh.. ia boleh-boleh, ini No aku 08987733444.”
“okeh Trims ya J
“yaps sama-sama J.” Dengan cepat aku langsung Log Out Facebook dan menunggu sms dari Arik, tak lama kemudian Hp-ku berdering.
“Arik, Save ya No ku J” aku tersenyum bahagia membaca pesannya
“ia siap..” balasku singkat.
 semenjak ada dirinya duniaku terasa indah kembali, semuanya yang tersimpan daridulu sekan terangkai kembali. Tepatnya malam minggu disaat aku bersandar  duduk santai seperti dipantai, tiba-tiba hp-ku berdering keras “Arik memanggil”
“Assalamua’laiku.”
“Waa’laikumsalam, Nay aku didepan.” Suara disebrang sana.
“didepan,? Maksud kamu apa,?” jawabku heran.
“aku mau main keumah kamu, ngga apa-apakan aku main kerumah kamu,? Sekarang aku sudah didepan jalan, tapi ngga tahu lagi harus masuk gang yang mana,?” balasnya membuat aku terkejut sekaligus bahagia.
“iya ngga apa-apa, ya sudah kamu tunggu disan jangan kemana-man,!” Aku berlari melesat keluar, tanpa memperdulikan kegelapan yang biasanya membuat aku takut. Sesampai didepan, dari kejauhan dibalik kegelapan aku melihat seorang anak muda tertunduk diatas motornya,”huphhh” aku menghela napas dan dengan perlahan aku menghampirinya “mudah-mudahan itu bukan hantu.” Gerutuku dalam hati. Saat tanganku hampir hinggap dibahunya ia berbalik dan menatap ku sambil tersenyum, hatiku lega ternyata dia memang Arik, bukan hantu ha..ha.. Diulurkan tangannya dan aku sambut uluran tangannya, kamipun berjabatan hanya beberapa detik.
“Kenpa ngga bilang-bilang mau kesini,?” ucapku memecah keheningan.
“iya maaf, aku habis dari rumah teman, jadi sekalian aja mampir kesini.”
“ouhhh…” ucapku sambil manggut-manggut “teman apa demen,?” gurauku sambil tertawa.
“serius temanlah, akukan lagi jomblo.” Ucapnya sambil tersenyum kalem.
“ouh iya..iya..ya sudah yooo ntar ngobrolnya dirumah.”
“dimana rumahnya,? Masih jauh ngga dari sini,?”
“tuuuh masuk gang yang ke-3, lumayan dekat ko.”
“gang nya kebnyakan, yang mana ngga kelihatan,?”
“beuuuh emang ngga bakalan kelihatan, orang gelap tak ada penerangan, aku ikut kamu aja dahh, ntar aku arain jalannya.” Ucapku sambil langsung menaiki motornya. Difikr-fikir ko aku lancang menaiki motornya, padahal Arik ngga nyuruh aku naik tu..ha..ha.
“Arahin jalannya,!”
“iya siap..” jawabku santai seakan sudah begitu sangat mengenalnya, pdahal baru pertama kalinya aku bicara langsung dengannya.
“silahkan masuk.” Ucapku sesampai depan rumah.
“ia, asslamua’laikum.”
“waa’laikumsalam, silahkan duduk, tunggu sebentar ya,!” ucapku sambil pergi kedapur membawakan segelas air putih.
“waduuuuh ngga usah repot-repot.” Ucapnya dengan senyum manisnya.
“ngga merasa direpotkan ko, santai aja.” Ucapku sambil mencoba menatapnya, teringat masalalu, dulu aku hanya diam-diam menatapnya dari kejauhan, kini dia tepat dihadapanku, tak pernah aku sangka sedikitpun, semua ini terasa bagaikan mimpi. Aneh tapi nyata.
“heeey….malah asiik senyum-senyum sendiri,? Ada yang aneh denganku,?” ucapnya membuat aku tersentak dari khayalan masalaluku. “nostalgia” ucapku dalam hati.
”eehhh ngga apa-apa ko.” Jawabku sambil tersenyum. Arik yang terus tertunduk asik memainkan  gantungan kunci motornya membuat aku berani terus melihatnya, tapi saat dia berbalik menatapku entah kenapa aku tidak kuasa melihat sorot matanya yang sayu sampai akhirnya aku yang malah tertunduk sambil tersenyum.
“kenpa senyum terus,? Ada yang aneh dengan muka aku,?” tanya Arik yang memergoki aku tersenyum saat menatapnya.
“emhhhh….”aku berdehem berfikir apa yang harus aku jawab, mana mungkin aku ceritakan yang sebenarnya bahwa aku………”tidak..tidak..tidak..dia tidak perlu tahu, bagaimanapun itu masalalu meskipun memang masih tersimpan tapi kini situasinya sudahlah jauh berbeda.” Gerutuku dalam hati.
“heuuump…ngga ada apa-apa ko, orang kamu juga ngapain ikut senyum-senyum.” Jawabku akhirnya mencoba mengelak.”huuu dasar aneh.”ucapku sambil menulurkan lidah.
“ya sudah-sudah sesama orang aneh jangan saling meledek.” Guraunya sambil tertawa.“ehhh iya, gimana hubungan kamu sama pacarmu,? Kenapa malam ini dia ngga datang,?”
“gimana-ya, baik-baik saja, Cuma sudah jarang komunikasi ja, dia emang ngga pernah maen malam-malam kesini, kalo datang juga ngga pernah lama.”
“kok bisa,? Kenapa gitu,?”
“tak tahulah.” Jawabku singkat
“ya sudah, have fun saja, mungkin dia sedang sibuk, positif thinking”
“ia pasti..positif thinking.” Ucapku menyemangati diri sendiri.
“tapi dia ngga bakalan marah kan aku main kesini,?”
“kenapa harus marah, kitakn teman,?” jawabku lirih, dalam hati kecilku rasanya perih mengatakan hal itu.
“ouh iya.gut..gut..gut..” ucapnya dalam bahasa jerman yang artinya (bagus..bagus..bagus..) “kitakan Cuma teman.” Ucapnya mengulang perkataanku membuat hatiku sedikit terguncang.
“ehhh difikir-fikir kita seperti teman lama yang baru bertemu kembali ya,?” ucapnya sambil tertawa ngakak.
“haha iya, padahal dari dulu kita belum pernah ngobrol bareng gini.” Ucap ku sambil tersenyum gembira.
Beberapa jam berlalu tanpa terasa, aku terus berbincang-bincang dengannya, tertawa, bercanda, seakan dunia milik bersama.
“Nay udah malam nii, aku pulang dulu ya?”
“pulang,?” aku melongo, “kenapa waktu ini terasa berlalu begitu cepat,?” tanyaku dalam hati.
“ngga apa-apakan aku pulang, jangan kangen sama aku ya.” Ucapnya PD sambil tersenyum.
“beuuuh PD-nya, iya-iya ngga apa-apa, tapi yakin berani pulang sendiri,?”
“udah biasa, aku berani ko.” Ucapnya bangga.
Kamipun berdiri kaku, ia menjulang dihadapanku, ia memandangku lagi dengan pandangan yang sayu membuat aku tertunduk lagi.
“ingat..!! jangan kangen sama aku..!!” guraunya lagi sambil tertawa.
“haha…iya-iya  ngga bakalan dahhh bawell.” Jawabku sambil menjulurkan lidah.
“TTDJ..”
“iya-iya..” ucapnya sambil menyalakan motor, ia’pun berbalik memandangku lagi “Assalamua’laikum.”
“waa’laikumsalam” jawabku sambil terus memihatnya sampai berlalu.
Semilir angin malam begitu menyejukan, aku tersenyum-senyum sendiri, senyumnya canda tawanya masih saja terlintas difikranku, rasanya aneh, kenapa Arik lebih memahami semua yang aku ingin dibandingkan kekasihku sendiri, raut wajahnya, senyumnya, terlihat ikhlas tak da sebuah keterpaksaan. Berbeda dengan karan, tak ada sedikitpun canda tawa, dan tak ada sedikitpun keikhlasan yang kulihat dimatanya. Hatiku ciut, berdesir perih “andai Kau kabulkan doa’ku sedari dulu, mungkin kebahagian akan terus terpancar diwajahku.” Ucapku dalam hati.  Tiba-tiba hp-ku berdering, pesan dari Arik. Aku langsung membukanya cepat-cepat.
“Trims untuk semuanya, kamu telah menemani hari-hariku begitu indah walaupun terasa cepat kita bertemu dan mungkin terasa cepat pula kita berpisah, tapi aku bahagia saat bersamamu. Danke J  Guten nacht, ich liebe dicht. (Terimakasih J selamat malam, aku cinta kamu.)”
Aku menghela nafas berat “iya sama-sama, seharusnya juga aku yang berterimakasih, karena kamu sudah mengembalikan duniaku lagi, apa ya ich liebe dich,?” tanyaku seolah-olah tak tahu “tapi ya sudahlah, yang aku tahu cuma Guten nacht J selamat malam juga Arik.” Balasku dengan butiran hangat yang membasahi pipiku, rasanya bergejolak hati ini saat ia katakan “ich liebe dicht” dan rasanya perih hati ini saat aku harus berpura-pura dan membohongi hati ini. Padahal sebenarnya dalam hati yang terdalam ingin aku katakana “ich ferner liebe dicht “, tapi mana mungkin.
 Aku terus mendalami hatiku, “ya Rob kenapa kau kembalikan perasaan yang telah lama terpendam ini, aku sadar Arik memang lieben erstes me(cinta pertamaku).” Ucap ku getir.
Sejak pertama aku melihat dia semas SMP aku rasakan ada cinta dalam hatiku, tapi meskipun begitu aku tak pernah berharap untuk milikinya, dulu dengan melihatnya saja sudah cukup menyejukan hatiku, tapi kini entah kenapa kuat hati ini merasa ingin memilikinya. Tak mungkin aku khianati kekasihku, meskipun ia sering khianatiku, tak mungkin aku balas dengan pengkhianatan pula. Tapi dengan apa yang aku rasa ini, bukankah ini juga pengkhianatan,?  “Ya Rob bolehkah aku mengadu,? Saat ini hatiku tak menentu, hati ini terpaut lagi pada cinta pertamaku, saat aku bersamanya aku tak kuasa menahan gejolak dalam diriku, meskipun hasrat hati selalu ku coba untuk kuhindari, tapi entah kenapa aku semakin menyayanginya, hati ini tak bisa aku dustai, bagaimana mungkin aku mencintainya lebih dari kekasihku, apakah ini adil ya Rob,? Engkau tentu lebih mengetahuinya, aku pasrah Ya-Rob, hanya pilihan-Mu yang akan aku terima dengan keikhlasan hati. Biarlah rasa ini kupendam dalam hati yang terdalam terkubur dengan semu kenangan dimasa silam. Tapi kumohon beri hamba-Mu ini petunjuk agar bisa memilih jalan menuju cahaya terang (Ridho-Mu).” Ucapku diatas sejadah merah sambil mengurai air mata dengan kegetiran mengharapkan ada jawaban untuk mengakhiri semua kegelisahan. Sampai akhirnya dengan  tegas aku putuskan untuk sendiri “ich wünschen eigenwillig,wartet graf kommt abruf me durch lieben dem tiefgefühlt, und ich hoffen dich dem erstes abruf me Arik.” (aku ingin sendiri, menunggu pangran datang menjemputku dengan cinta yang tulus, dan aku harap kamu yang pertama menjemputku Arik.)


Lirik Lagu Payphone

okay guys selain postingan saya yang lainnya tentang Perguruan tinggi dan yang lainnya, hari ini saya mau refreshing nih ngilangin kepenatan ;., kali ini saya mau posting lirik lagu yang sangat hits di Indonesia yaitu MAROON5 - PAYPHONE yang kebetulan saya suka banget sama lagu ini ..,

mulai dari sejarah MAROON5..,
Maroon 5 adalah sebuah grup musik beraliran pop rock yang berasal dari Los Angeles, California. Grup ini awalnya terbentuk pada tahun 1994 dengan nama Kara's Flowers saat mereka masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas. Dengan anggota Adam Levine, Jesse Carmichael, Micky Madden dan Ryan Dusick, mereka menandatangani Reprise Record dan meluncurkan album The Fourth World pada tahun 1997. Setelah tanggapan yang hangat pada album tersebut, band ini memisahkan diri dari label rekaman mereka dan masuk perguruan tinggi. Pada tahun 2001, band ini bersatu kembali dan menambah James Valentine menjadi anggotanya, dan menuju arah yang baru di bawah nama Maroon 5.


LIRIK LAGU MAROON5-PAYPHONE

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

Yeah, I, I know it's hard to remember
The people we used to be
It's even harder to picture
That you're not here next to me
You say it's too late to make it
But is it too late to try?
And in our time that you wasted
All of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

You turned your back on tomorrow
Cause you forgot yesterday
I gave you my love to borrow
But just gave it away
You can't expect me to be fine
I don't expect you to care
I know I've said it before
But all of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone...

[Wiz Khalifa]
Man work that sh*t
I'll be out spending all this money while you sitting round
Wondering why it wasn't you who came up from nothing
Made it from the bottom
Now when you see me I'm stunning
And all of my cars start with the push up a button
Telling me the chances I blew up or whatever you call it
Switched the number to my phone
So you never could call it
Don't need my name on my show
You can tell it I'm ballin'
Swish, what a shame could have got picked
Had a really good game but you missed your last shot
So you talk about who you see at the top
Or what you could've saw
But sad to say it's over for
Phantom pulled up valet open doors
Wiz like go away, got what you was looking for
Now ask me who they want
So you can go and take that little piece of sh*t with you

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone... 

 Buat temen-temen yang mau liat videonya klik aja di link ini http://youtu.be/KRaWnd3LJfs DANKE :) semoga menghibur ...,

Jumat, 17 Mei 2013

JERMAN LEANGUAGE LEARNING

oke gan ane mau share nih cara belajar bahasa JERMAN secara praktis dan instan :D
ok to the point aja ya .,
DEUTSCH
Pada tahap pertama Bahasa Jerman, kita akan dihadapkan pada bagaimana perkenalan dalam Bahasa Jerman. Kita akan belajar bagaimana cara menyapa atau mengucapkan salam kepada orang-orang yang kita temui. Sama halnya seperti di Indonesia, kita mengenal kata-kata atau kalimat untuk menyapa. Seperti diantaranya; Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam, Halo, Hai, dan lain sebagainya.
Berikut salam yang biasa didengar dalam membuka pembicaraan dalam Bahasa Jerman:
  • Guten Morgen! (Selamat Pagi!)
  • Guten Tag! (Selamat Siang!)
  • Guten Abend! (Selamat Sore/Malam!)
  • Gute Nacht! (Selamat Malam (tengah malam)! digunakan saat menjelang tidur)
Dan bila menjawab salam pun orang Jerman hanya mengucapkan kembali kalimat salam yang digunakan penanya.
Zum Beispiel (contoh):
A: Guten Abend!
B: Guten Abend.
Kemudian setelah sebuah pembicaraan dibuka dengan salam, biasanya dilanjukan dengan menanyakan kabar atau saling menanya kabar. Dan kalimat untuk menanyakan salam dalam Bahasa Jerman, biasanya digunakan kalimat sebagai berikut:
  • Wie geht es Ihnen? (Bagaimana kabar Anda?)> resmi
  • Wie geht es dir? (Bagaimana kabar kamu?)> akrab
Dan jawaban untuk kalimat tersebut beragam, diantaranya;
Danke,gut; Es geht; Prima; Super; Sehr gut;
Zum Beispiel:
A: Wie geht es Ihnen?
B: Danke, gut
Kemudian dalam perkenalan, pasti seseorang menanyakan nama atau memperkenalkan nama. Ada beberapa alternatif kata tanya nama dalam Bahasa Jerman:
  • Wie ist Ihr Name? (Siapa nama Anda?)
  • Wie heissen Sie? (Siapa nama Anda?)
  • Wer sind Sie? (Siapa Anda?)
Dan untuk menjawabnya, bisa digunakan
  • Mein Name ist …Andika…=(Nama Saya ..Andika..)
  • Ich heisse…Andika…
  • Ich bin…Andika…
Selanjutnya bisa disambung dengan kalimat tanya asal dan tempat tinggal
  • Woher kommen Sie? (Dari mana asal Anda?)
  • Wo wohnen Sie? (Dimana Anda tinggal?)
Dan kalimat tanya asal dan tempat tinggal dalam suasana akrab
  • Woher kommst du? (Dari mana asal kamu?)
  • Wo wohnst du? (Kamu tinggal dimana?)
Dijawab:
  • Ich komme aus ..Indonesien..
  • Ich wohne in ..Bandung..
Selanjutnya, pertanyaan yang biasa kita dengar dalam perkenalan atau percakapan dengan sendirinya mengalir. Seperti tanya jawab pekerjaan, umur, status, nomor telepon, dan lain sebaganya.
Berikut contoh sebuah percakapan/dialog sederhana antara Person A dan Person B.
A: Guten Morgen! (Selamat Pagi!)
B: Guten Morgen. (Selamat Pagi)
A: Wie geht es Ihnen? (Bagaimana kabar Anda?)
B: Danke, gut. Und Ihnen? (Baik, terimakasih. Dan Anda?)
A: Prima. Und entschuldigung…wie heissen Sie? (Prima. Maaf…Siapa nama Anda?)
B: Mein Name ist Schneider. Bern Schneider. Und Sie? Wie heissen Sie? (Nama saya Schneider. Bern Schneider. Dan Anda? Siapa nama Anda?)
A: Ich heisse Andika. Andika Wiranatakusumah. Woher kommen Sie Herr Schneider? (Nama saya Andika. Andika Wiranatakusumah. Anda berasal dari negara mana Pak Schneider?)
B: Ich komme aus Deutschland. Und Sie? Woher kommen Sie? (Saya berasal dari Jerman. Anda? Berasal dari mana?)
A: Ich komme aus Indonesien. Wo wohnen Sie? (Saya berasal dari Indonesia. Anda tinggal dimana?)
B: Ich wohne in Berlin. Und Sie? (Saya tinggal di Berlin. Anda?)
A: Ich wohne in Bandung. Ach so…Herr Schneider, was sind Sie von Beruf? (Saya tinggal di Bandung. Ehm…Pak Schneider apa pekerjaan Anda?)
B: Ich bin Ingenieur. Und Sie, Herr Andika? Was machen Sie? (Saya seorang Insinyur. Dan Anda, Pak Andika? Apa pekerjaan Anda?)
A: Ich bin Lehrer an der SMKN 3 Bandung. Entschuldigung…Haben Sie telefonnummer? (Saya seorang guru di SMKN 3 Bandung. Maaf…Anda punya nomor telepon?)
B: 08123456789. Und Sie? Wie ist Ihre Telefonnummer? (08123456789. Dan Anda? Berapa nomor telepon Anda?)
A: 02298765432. Danke…bis Morgen, Herr Schneider. Aufwiedersehen! (02298765432. Terimakasih..sampai besok, Pak Schneider. Sampai jumpa!
B: Aufwiedersehen. (Sampai jumpa)..,
buat agan-agan yang mau belajar lebih praktis lagi silahkan download link di bawah ..,

semoga bermanfaat ya .., jangan lupa comment nya di tunggu .., :)
DANKE :)

Rabu, 15 Mei 2013

CARA SUKSES SBMPTN 2013

kali ini ane mau posting nih bagaimana cara buat sukses SBMPTN so, buat yng gk lolos di SNMPTN jangan putus harapan agan" bisa juga ikut jalur tulisnya juga atau sering kita dengar dngn istila SBMPTN .., oke tanpa basa-basi lagi kita mulai postinganya ya .., monggo di simak aja dulu .

1. Ikutilah bimbingan belajar yang disediakan oleh pihak swasta ataupun lembaga sekolah sehingga dapat mengefisiensikan waktu belajar
2. Hanya pelajari bab pelajaran yang anda bisa (gunakan SKL SNMPTN untuk mempermudah anda mempelajari materi SNMPTN)
3. Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemampuan anda
4. Jika anda memiliki jurusan yang anda sukai maka taruhlah pada pilihan pertama, dan untuk pilihan kedua hanya untuk pilihan cadangan namun juga harus mendapat prioritas anda
5. Gunakan waktu yang sebaik mungkin ketika mengerjakan soal SBMPTN, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin ingat ketelitian juga harus di jaga
6. Kerjakan hanya yang anda bisa saja, jika anda soal anda kerjakan 100 % maka 100 % pula anda akan tidak diterima suatu PTN
7. Usahakan mengerjakan soal SBMPTN dengan jujur, karena jika anda menyontek maka petugas akan mendiskualifikasi anda
8. Banyak-banyaklah berdoa, jangan lupa meminta doa restu orang tua sebelum berangkat tes SBMPTN.


Semoga bermanfaat bagi agan-agan semuanya ..,GOODLUCK !!!


 

Selasa, 14 Mei 2013

hay sobat ane mau posting nih CARA SUKSES SNMPTN DAN TRIK SUKSESNYA JUGA ., simak baik baik ya :)

oke !!!
Pertama, Pastikan sobat-sobat semua memilih PTN yang sejalur dengan jurusan agan pilih ..,
Kedua, Hilangkan rasa gengsi terhadap salah satu universitas maupun jurusan (penyebab kegagalan               SNMPTN undangan paling besar prosentasenya) ..,
Ketiga, Lihat pengalaman alumni sekolah anda, misalnya : jika tahun lalu kakak kelas anda banyak diterima di UI, maka anda bisa memilih UI untuk SNMPTN undangan anda dan sebaliknya jika tidak ada kakak kelas anda yang diterima maka jangan dipilih (beberapa universitas mempertimbangkan suatu sekolah dari banyaknya dan kualitas alumni suatu sma yang ada di universitas tersebut, jika alumni sma tersebut sedikit dan kualitasnya biasa saja maka siswa dari sma tersebut kecil kemungkinannya masuk universitas tersebut) .., 
Keempat, Pilih dengan teliti dan sesuai perhitungan (beberapa universitas akan membuang siswa yang memilih univesitasnya di nomor 2 pada SNMPTN undangan karena banyak juga siswa yang memilih universitas tersebut pada pilihan nomor 1)
E. Konsultasikan pilihan jurusan anda pada orang tua anda, guru les anda, maupun guru BK anda.

Kelima, Banyaklah berdoa, karena yang mengikuti SNMPTN undangan sangat banyak. 

Semoga berhasil ya .., aku juga minta do'anya semoga SUKSES SNMPTN ke perguruan tinggi yang ane mau .., :)